Pages - Menu

Selasa, 18 Februari 2014

Cooking Panda

Berjalan-jalan di Mal Kota Kasablanka, pandangan saya terpincut dengan sebuah restoran. Sebenarnya bukan nama restorannya yang buat saya penasaran. Namanya memang unik, tapi tagline di restoran itulah yang buat saya makin penasaran. Taglinenya: "Who Says A Panda Can't Cook?"
Berbekal rasa penasaran itulah akhirnya saya singgah ke Cooking Panda.


Sebenarnya kalau memakai logika agak aneh bila seekor panda, yang notabene lebih dikenal sebagai hewan dari negeri tirai bambu dan negeri asal tembok raksasa, bisa dipilih sebagai maskot dari sebuah restoran yang menyajikan menu Jepang. Mungkin kalau serigala Hokkaido atau mungkin hewan mitos seperti Tsuchinoko yang jadi maskot, saya bisa menebak ini adalah restoran Jepang. But well, let's try the food.

Cooking Panda ini berlokasi di lantai LG Mal Kota Kasablanka. Didominasi warna kuning yang soft dan hijau muda. Warna-warna yang mengingatkan pada bambu, makanan si panda.
Restoran ini mempunyai dua dining area, indoor dan outdoor. Untuk pintu menuju lokasi outdoor terletak di bagian dalam restoran. Sedangkan bagian indoor cukup nyaman, dihiasi interior yang unik, dan gambar-gambar yang menjelaskan menu di tembok-tembok.



Sistem pemesanan makanan disini adalah pay before you eat, seperti layaknya di restoran fastfood lainnya. Ada 2 register dibuka untuk menerima pesanan, tapi sayangnya jalur untuk antri hanya 1 sehingga pengunjung harus mengantri bahkan sampai luar restoran.
Pelayannya di bagian register ada 3 orang, 2 menghandle pemesanan, sedangkan 1 lagi sepertinya lebih sering keluar untuk membereskan meja yang ditinggalkan pengunjung.
Saya datang saat waktu dinner, tapi sayangnya menu yang ada kebanyakan sudah habis, bahkan salad yang biasanya disediakan sebagai complimentary di side dish pun habis. Sungguh sayang sekali bahwa restoran ini tidak menyediakan stock, padahal seharusnya mereka tahu kalau weekend lebih banyak pengunjung. Dan bahkan untuk salad yang hilang dari menu itu tidak diganti dengan complimentary lain, seperti penambahan porsi side dish misalnya, atau pemotongan harga. Bagi saya agak tidak masuk akal kalau customer harus bayar harga sama tapi dengan adanya komponen dari makanan yang dihilangkan.

Baiklah, kembali lanjut ke soal makanan di Cooking Panda. Disini saya pesan menu jenis Panda Bowl. Pilihan saya Tokyo Beef yang large seharga Rp. 33.636.
Tokyo Beef
 Tokyo Beef
Jadi Panda Bowl ini adalah sejenis rice bowl, atau nasi yang ditaruh di dalam mangkok dan diberi topping daging atau sayur-sayuran. Nah, Tokyo Beef ini toppingnya adalah daging sapi dan potongan bawang bombay. Dagingnya diiris tipis, lemaknya tidak terlalu banyak. Rasa dagingnya gurih dan enak. Belum lagi mengingat porsi daging yang disajikan cukup melimpah. Saya pribadi suka menu ini.

Panda Bowl kedua adalah Chicken Volcano large seharga Rp. 33.636.
Chicken Volcano
 Chicken Volcano
Rice bowl yang ini disajikan dengan topping irisan daging ayam yang digoreng sampai crunchy dan diberi bumbu pedas. Agak spicy, tapi masih dalam kadar sopan. Tidak lupa juga ada sayur-sayuran seperti jagung muda, brokoli, sawi, dan wortel. Sayur-sayurannya cenderung tawar, sepertinya hanya direbus saja tanpa dibumbui ataupun digarami.

Oiya, untuk setiap pemesanan Panda Bowl, akan mendapatkan Miso Soup. Gratis!
Miso Soup
 Miso Soup
Bagi yang belum tahu, Miso Soup adalah sup bening yang dibuat dari fermentasi kedelai dan kadang dicampur dengan garam. Gunanya sebagai penambah rasa. Kalau openricers berkenan, bisa juga dicampur sebagai kuah untuk rice bowlnya. Cara menyantapnya sesuka hati saja.
Pimp My Shrimp
 Pimp My Shrimp
Ini side dish pesanan saya yang minus saladnya. Pimp My Shrimp seharga Rp. 21.818 ini harusnya ditemani salad complimentary yang dibuat dari daun kol dicah dan diberi mayonaise. Seperti saya katakan di awal, saladnya habis, mayonaisenya habis, dan saya harus bayar 20 ribu rupiah hanya untuk 2 buah udang goreng tepung. Sungguh bukan deal yang saya harapkan. Soal rasa cukup lumayan, tapi sayangnya tepung rotinya terlalu tebal dan kurang dibumbui.
Cold Ocha
 Cold Ocha
Minumannya saya pesan Cold Ocha seharga Rp. 4.545. Tehnya cukup segar, wangi tehnya tercium.
Saya tambah Ice Lemon Tea seharga Rp. 10.909. Rasanya sih menurut saya standar saja, tidak terlalu kecut dan tidak terlalu asam juga.
Ice Lemon Tea
 Ice Lemon Tea
Overall, menurut saya restoran ini punya rasa yang patut diperhitungkan. Mungkin kekurangannya hanya dari segi pelayanan yang saya rasa harus ditingkatkan lagi.
Mungkin untuk mensiasati cepat habisnya menu makanan, foodies bisa datang lebih awal dari jam makan umumnya.
Untuk sekedar hangout dan makan, bisa jadi pilihan yang bagus. Rasa untuk lidah orang Indonesia sangat enak. Layak dicoba, foodies.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar