Pages - Menu

Selasa, 18 Februari 2014

Rumah de' Dare Lombok

Kelapa Gading menyimpan ratusan spot-spot kuliner yang mampu memanjakan para pemburu makanan nikmat. Tidak hanya di jalan Boulevard saja. Apabila kita menelusuri jalan-jalan kecil atau kompleks-kompleks perumahan maka bisa ditemui rumah-rumah makan yang menawarkan hidangan lezat.


Menelusuri jalan Summagung III di Kelapa Gading saya bertemu dengan sebuah rumah makan yang "rumahan". Kenapa saya bilang begitu? Ya karena memang rumah makan ini ada di sebuah rumah tinggal yang bagian depannya disulap menjadi rumah makan.
Mengambil nama Rumah de'Dare Lombok, rumah makan ini berani mengajukan diri sebagai rumah makan yang menyajikan kuliner khas Lombok yang mampu membuat lidah anda berdecak. Well. are they up to the challenge? Let's see.

Seperti saya katakan tadi, rumah makan ini memang terletak dalam sebuah kompleks perumahan. Jadi mencari area parkir cukup menjadi kesulitan disini. Jalan hanya cukup untuk 2 mobil berlawanan arah, jadi bila openricers mempertimbangkan untuk naik mobil mungkin harus parkir agak jauh sedikit. Lain halnya bila menaiki motor.
Interior rumah makan sendiri tidak bisa dibilang terlalu "wah". Cukup nyaman dan terasa aura "rumahan". Ada beberapa meja dengan kursi-kursi diletakkan di halaman depan rumah untuk pengunjung. Dapurnya sendiri terletak di bagian depan rumah. Agak sedikit mengganggu ketika mereka sedang membakar ayam pesanan pengunjung, karena asapnya cukup tebal dan mengganggu. Bila openricers tidak ingin terganggu, bisa minta untuk dine-in di dalam ruangan rumah. Ada sebuah ruangan di dalam rumah untuk pengunjung yang mungkin tidak ingin makan di area luar.
Pelayannya ada 3 orang, dan cukup sigap. Kebersihan boleh dibilang cukup baik, walaupun ini rumah tinggal tapi tidak terlihat kotor. Ada juga kursi ayun untuk bersanntai sambil menunggu makanan datang.
Seating area
Seating area
Kitchen at the side of the house
Kitchen at the side of the house
Porch swinging chair
Porch swinging chair
Table decoration
Table decoration
Makanan khas Lombok yang tentu sangat terkenal apalagi kalau bukan Ayam Taliwang. Kenapa namanya Ayam Taliwang? Karena asalnya memang dari Kampung Karang Taliwang di Nusa Tenggara Barat. Makanan ini dulunya adalah makanan kerajaan, dan kini bertransformasi menjadi makanan rakyat.
The menu
The menu
Rumah de'Dare Lombok pun menyajikan Ayam Taliwang, bahkan menyatakan menu tersebut sebagai "superstar" mereka. Let's try.
Ayam Taliwang
 Ayam Taliwang
Ini dia superstarnya. Ayam Taliwang 1 ekor utuh seharga Rp. 44.500.
Kata orang kalau makan Ayam Taliwang yang benar-benar enak hanya yang ada di Lombok, bukan di tempat lain. Jadi apakah Rumah de'Dare Lombok cukup bisa mematahkan mitos tersebut, apalagi dengan meletakkan status "superstar" di menu andalan mereka?
Saya rasa cukup bisa dibilang begitu.
Pakem dari Ayam Taliwang sendiri diikuti dengan baik oleh Rumah de'Dare Lombok. Ayam Taliwang mereka seperti bisa dilihat dibuat dari ayam kampung. Bentuknya tidak terlalu besar, sedang saja, karena untuk Ayam Taliwang memang harus menggunakan ayam yang belum tua, mungkin sekitar umur 3-4 bulan.
Ayamnya sendiri saya pilih dengan cara pengolahan dibakar, bukan digoreng. Bumbu plecingan untuk ayam saya minta sedikit soft dan tidak terlalu pedas, karena saat itu memang saya lagi sariawantongue
Setelah dicicipi memang enak. Daging ayamnya lembut, dan bumbunya meresap ke dalam daging. Dibakar dengan menggunakan kayu, sehingga memang bumbu lebih meresap dikarenakan waktu pengolahan yang sedikit lebih lama. Rasa pedasnya juga enak, terasa bumbu dari cabai merah dan aroma terasinya pun menggiurkan. Cocok menyandang status superstar.
Sayur Asem
 Sayur Asem
Tahu dan Tempe Goreng
 Tahu dan Tempe Goreng
Nasi Putih
 Nasi Putih
Menemani Ayam Taliwang saya pesan Sayur Asem seharga Rp. 7.500, Tahu dan Tempe Goreng Rp. 5.000/2 pcs, dan Nasi Putih seharga Rp. 5.000.
Idealnya teman setia dari Ayam Taliwang adalah Plecing Kangkung. Di Rumah de'Dare Lombok pun bisa didapati Plecing Kangkung seharga Rp. 10.500 tapi sekali lagi keadaan mulut yang menderita sariawan harus membuat saya menahan keinginan mencicipi Plecing Kangkung khas Rumah de'Dare Lombok. Sebagai gantinya saya pesan sayur asem yang "sederhana". Betul, sederhana. Isian dari sayur asem boleh dibilang tidak seramai semestinya. Tidak ada jagung, belimbing sayur, dan kacang panjang. Hanya ada nangka muda, daun melinjo, kacang tanah (sedikit), melinjo (sedikit juga), dan labu siam. Rasanya cukup segar, hanya saja sayangnya disajikan dalam keadaan dingin. Andai disajikan panas tentu lebih menggugah selera.
Tahu dan tempe goreng bisa dibilang tidak ada yang istimewa. Empuk, dan digarami dengan wajar. Sekali lagi sayangnya, disajikan dalam keadaan dingin.
Nasi putih yang saya pesan cukup ramai. Ada beberapa irisan mentimun, dan juga disertai dengan 2 kuah santan yang mirip dengan kuah rendang untuk disiram di atas nasi. Nasinya sendiri cukup pulen sehingga ketika dicampur dengan kuah sampingannya, enak sekali.

Satu lagi sajian khas Lombok yang jangan sampai openricers pesan kalau mampir kesini adalah Sambal Beberuk Terong seharga Rp. 10.500.
Sambal Beberuk Terong
 Sambal Beberuk Terong
Walaupun saya melewatkan plecing kangkung, tapi saya tidak boleh sampai melewatkan beberuk terong ini. Beberuk Terong dan Ayam Taliwang adalah paduan yang sempurna. Ibaratnya mereka adalah duet maut. Bila pesan Ayam Taliwang yang super pedas, maka Beberuk Terong adalah companion istimewa yang pas.
Beberuk terong adalah sambal, atau lalapan, dari terong yang diiris kecil-kecil, diaduk dengan kacang panjang, lalu disiram dengan sambal tomat. Tidak ketinggalan pula diberi jeruk nipis untuk menambah sedikit kadar keasaman. Rasanya super pedas, openricers, dan juga segar. Sebagai cocolan sambal untuk Ayam Taliwang yang sudah pedas, beberuk terong semakin menambah sensasi kepedasan yang dalam hal ini bisa dibilang nikmat di lidah.

Puas menikmati makanan khas Lombok dengan kondisi lidah saya yang cukup terbakar karena kepedasannya, saatnya mencoba minuman baru yang belum lama ini dikeluarkan Rumah de'Dare Lombok. Es Timun namanya. Dibandrol denganharga Rp. 10.000.
Es Timun
 Es Timun
Seperti terlihat ini memang terbuat dari mentimun yang diblender dengan dicampur gula. Diblendernya sepertinya tidak halus, meninggalkan biji-biji mentimun yang masih terpotong kasar. Dan sepertinya tidak disaring ampasnya, sehingga memang lebih banyak ampas yang menimbun di dasar gelas, ketimbang sari buahnya sendiri yang dapat saya minum.
Rasanya sendiri manis dan sedikit asam. Sebagai penetralisir kepedasan makanan saya sebelumnya, saya rasa cukup berhasil.

Overall, sebagai penyedia makanan khas Lombok yang memang nelum begitu banyak ada di Jakarta, saya rasa rumah makan ini punya kualitas yang cukup baik, walaupun saya berharap masih bisa ditingkatkan, karena ada ruang-ruang kecil dalam makanan yang butuh perbaikan.
Kekurangannya mungkin hanya di soal lokasi yang tidak berada di tempat strategis, dan juga ketersediaan tempat parkir yang minim. Soal rasa boleh diacungi jempol dan pelayanan juga cukup baik. Harga terbilang sangat bersahabat pula.
Bila berminat mencoba makanan pedas, masakan khas Lombok juaranya, dan Rumah de'Dare Lombok bisa menyediakan itu. So, silakan dicoba, foodies.smile

Tidak ada komentar:

Posting Komentar